Dengan semua daya tarik dan keunikan yang ditawarkan, Taman Sari Jogja memang layak mendapatkan statusnya sebagai salah satu tempat wisata terpopuler di Yogyakarta. Dari arsitektur yang memukau hingga sejarah yang mendalam, setiap sudut taman ini menyimpan cerita yang menunggu untuk diungkap. Berikut adalah pembahasan lengkap mengenai daya tarik, sejarah, harga tiket, serta informasi penting lainnya tentang Taman Sari Jogja yang akan membantu kamu merencanakan kunjungan yang tak terlupakan
BACA JUGA: Bingung Mau Sewa Bus Dimana? AO TRANSPORT Jadi Solusi Transportasi AMAN dan NYAMAN Anda!
Sumber Gambar:travel.kompas.com
Taman Sari Jogja memiliki berbagai daya tarik yang membuatnya menjadi destinasi yang wajib dikunjungi. Dari keindahan arsitektur hingga pengalaman unik yang ditawarkannya, setiap elemen di dalam taman ini menawarkan sesuatu yang istimewa bagi pengunjung. Berikut adalah beberapa daya tarik utama yang bisa kamu nikmati saat berkunjung ke Taman Sari:
Kolam Pemandian (Umbul Binangun): Tiga kolam air jernih ini dulunya digunakan oleh Sultan dan keluarganya, kini menjadi spot favorit untuk berfoto. Dikelilingi oleh bangunan-bangunan bersejarah, kolam-kolam ini menciptakan nuansa klasik dan estetik yang mengundang pengunjung untuk bersantai dan menikmati keindahan alam.
Masjid Bawah Tanah (Sumur Gumuling): Spot ini terkenal dengan akustik uniknya, di mana suara imam bisa terdengar di seluruh ruangan. Masjid ini sering menjadi lokasi foto prewedding karena keindahan arsitektur yang mengesankan.
Gedong Sekawan: Tempat istirahat bagi Sultan dan keluarganya, Gedong Sekawan memiliki desain simetris dan empat pintu yang menciptakan harmoni visual yang memikat.
Gapura Panggung: Salah satu bangunan ikonik di Taman Sari, Gapura Panggung dengan ukiran ular naga yang menawan digunakan untuk menyaksikan pertunjukan tari. Tingkat atas menjadi tempat bagi Sultan dan keluarganya menikmati pertunjukan, sementara tingkat bawah berfungsi sebagai ruang pribadi.
Pulau Kenanga: Di halaman depan Taman Sari, tumbuh pohon Kenanga (Canangium Odoratum) yang menyebarkan bau harum ke seluruh bagian taman, menambah keindahan dan kenyamanan saat berkunjung.
BACA JUGA: Liburan Akhir Tahun di Jogja? ini dia 5 Tempat Wisata Terbaru di Jogja yang Wajib Kamu Kunjungi
Sumber Gambar: www.kratonjogja.id
Sejarah Taman Sari Jogja dimulai pada tahun 1757, ketika Sultan Hamengku Buwono I membangunnya sebagai area rekreasi dan pertahanan. Taman ini dirancang dengan sangat hati-hati, menggabungkan gaya arsitektur Eropa dan Jawa, sehingga melambangkan perpaduan budaya yang kaya. Awalnya, Taman Sari berfungsi sebagai tempat bersantai bagi Sultan dan keluarganya, serta sebagai lokasi untuk berbagai acara penting.
Taman Sari hanya berjarak sepuluh menit berjalan kaki dari istana Sultan ke arah barat daya. Pada masa lalu, taman ini bukan sekadar taman yang indah tetapi juga digunakan sebagai tempat perlindungan. Saat musuh menyerang Kraton, Sultan dan keluarganya dapat menyelamatkan diri lewat jalan bawah tanah. Konon, saat mereka sudah berada dalam keadaan yang aman, pintu air akan dibuka sehingga air akan mengaliri jalan tersebut dan menenggelamkan musuh-musuh yang mengejar.
Menurut sumber dari Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, di dalam Taman Sari terdapat berbagai bangunan yang memiliki fungsi tertentu. Misalnya, ada area pertahanan yang dibangun untuk melindungi Sultan dari serangan musuh. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya Taman Sari tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai tempat strategis dalam sejarah Kesultanan Yogyakarta.
BACA JUGA: 4 Restoran Keluarga Nuansa Alam di Jogja yang Cocok untuk Makan Sambil Bersantai
Sumber Gambar: Jogjatourholic.com
Untuk kamu yang ingin berkunjung, harga tiket masuk Taman Sari Jogja sangat terjangkau. Wisatawan lokal hanya perlu membayar mulai dari Rp 5.000, sedangkan wisatawan asing dikenakan biaya mulai dari Rp 15.000. Biaya yang sangat murah mengingat banyaknya daya tarik yang bisa kamu nikmati di tempat ini.
Jika kamu ingin menggunakan pemandu wisata, biayanya berkisar antara Rp 25.000 hingga Rp 30.000. Pemandu wisata akan memberikan informasi yang lebih mendalam mengenai sejarah dan keunikan setiap bangunan di Taman Sari, sehingga pengalamanmu akan semakin berharga. Selain itu, tarif parkir juga cukup ramah di kantong, hanya Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil. Dengan harga yang terjangkau, kamu bisa menikmati keindahan dan sejarah yang ditawarkan oleh Taman Sari.
BACA JUGA: 7 Souvenir Khas Jogja yang Wajib Dibawa Pulang untuk Kenang-kenangan
Sumber Gambar:telusurkultur.com
Alamat Taman Sari Jogja terletak di lokasi strategis, yaitu di Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta. Lokasinya sangat dekat, hanya berjarak 750 meter dari Alun-Alun Kidul, sehingga mudah diakses dari pusat kota. Jam buka Taman Sari adalah setiap hari, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Pastikan kamu merencanakan kunjunganmu agar tidak terlewatkan!
Dari Stasiun Yogyakarta, kamu bisa menggunakan becak, taksi, atau transportasi online yang nyaman. Setiap perjalanan menuju Taman Sari akan membawa kamu melewati pasar tradisional yang menambah suasana lokal yang autentik. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan denah Taman Sari Jogja yang dapat ditemukan secara online untuk memudahkan navigasi di dalam area wisata ini.
BACA JUGA: 5 Air Terjun di Jogja yang Tidak Hanya Indah, Tetapi Juga Seru untuk Refreshing